Monday, April 20, 2015

Special Day: 3rd Anniversary and Traveling Ancol



Ketika bangun pagi seakan-akan hari ini 20 April 2015 nampak seperti hari biasa dengan rutinitas kerja seperti biasanya. Namun ketika iseng melihat kalender gadget, tepat 3 tahun yang lalu dengan tanggal yang sama, tiba-tiba hari ini berubah menjadi hari yang luar biasa. Alhamdulillah.

Hari ini menjadi hari luar biasa karena saat ini sudah ada istri tersayang dan si kecil putra kami yang istimewa mewarnai kehidupan saya selama 3 tahun ini ciee.. Hari apa sebenarnya hari ini? Ya, hari anniversary pernikahan kami yang ke-3 yang bersamaan dengan hari ulang tahun istri yang ke-30 *nggak apa-apa disebut angkanya ya.. hehe..

Dengan hubungan yang selama ini LDR (Long Distance Relationship) dikarenakan pekerjaan menyebabkan perayaan hari luar biasa ini tidak bisa dirayakan tepat di hari ini. Tetapi tidak apa-apa semoga di waktu yang akan datang kami sudah bisa berkumpul di tempat yang sama.. aamiin.. Sebenarnya, dua hari yang lalu kami sekeluarga sudah berekreasi ke Ancol. Disamping mengantisipasi acara anniversary ini, kami juga ingin mengajak putra kami jalan-jalan karena sudah mulai bisa merespon jika diajak berinteraksi. Mungkin bagi orang yang pernah datang atau tinggal di jakarta sudah sangat mengenal Ancol karena tempat ini selalu menjadi tempat liburan favorit di Jakarta. Tetapi bagi yang belum pernah ke Ancol kami ingin berbagi kebahagiaan kami selama di Ancol.

Ancol merupakan komplek tempat wisata yang terletak di Jakarta Utara. Untuk pergi kesana kita bisa menggunakan Transportasi publik seperti Taxi atau busway. Jika menggunakan Taxi tentunya tidak ada masalah, kecuali kita hanya perlu menyiapkan duit buat ongkosnya yang tentunya lebih mahal berkali-kali lipat dibandingkan busway yang hanya Rp 3.500,- dari awal berangkat sampai tiba di lokasi yang dituju. Tetapi jalur busway hanya mengikuti jalur-jalur tertentu dan tidak seperti Taxi.

Untuk pergi ke Ancol dengan busway kita bisa melalui halte busway manapun yang terpenting tujuan utamanya adalah halte Gunung Sahari karena di halte Gunung Sahari ada busway khusus yang membawa kita ke Ancol dengat cat busway berwarna Abu-Abu. Tarif busway sebenarnya sangat murah tetapi kita harus memiliki Flazz Card Bank BCA atau e-money Bank Mandiri. Dua tipe kartu ini dijual di halte busway seharga Rp 30.000,- dengan biaya kartu Rp 20.000,- dan saldo Rp 10.000,-. Peraturan penggunaan 2 tipe kartu ini untuk pembayaran busway dimulai sejak tahun 2014 berdasarkan info petugas di halte.

Traveling Ancol Jakarta

Setibanya di Ancol, kita harus membayar tiket masuk ancol Rp 25.000,- per orang untuk usia 2 tahun ke atas. Usia dibawah 2 tahun dibebaskan biaya tiket. Ancol menyediakan berbagai wahana permainan seperti dunia fantasi, sea world, cable car dll. Disamping permainan, Ancol juga menyediakan tempat kuliner seafood, hotel dan pelabuhan penyeberangan dengan ferry ke kepulauan seribu. Lebih detail ulasan tentang ancol bisa mengunjungi websitenya www.ancol.com.

Setelah tiba di Ancol, kami sama sekali tidak masuk ke tempat permainan dikarenakan putra kami masih belum cukup umur untuk menikmati permainan disana. Jadi kami hanya menikmati pantai ancol sembari menyantap seafood lezat di Bandar Djakarta.. hehe. Bandar Djakarta adalah rumah makan yang recommended bagi pecinta seafood. Disamping lauknya yang masih fresh, masakannya pun begitu lezat. Sebanding dengan kualitas masakan, rasa dan view dari rumah makannya, harga makanannya cukup mahal dibandingkan restoran seafood pada umumnya. Mungkin bisa dibilang cukup tepat mengunjungi rumah makan ini di hari yang spesial dan menikmatinya bersama keluarga.


Traveling Ancol JakartaTraveling Ancol Jakarta, Bandar Jakarta


"You don't choose your family.
They are God's gift to you, as you are to them"
(Desmond Tutu)

No comments:

Post a Comment

Komentar anda adalah semangat saya untuk terus menulis.