Friday, April 17, 2015

Traveling Hongkong 3D2N (Our Journey)

Dan petualangan kami di HK pun dimulai..

Kamis, 19 Februari 2015

Traveling Hongkong (HK)

tiba di Hongkong International Airport (HKG) sekitar pukul 14.00 waktu HK. Landasan Bandara HKG berbentuk seperti tanjung (daratan yang menjorok ke laut). Dari tempat pendaratan pesawat ke gedung terminal, penumpang diantar menggunakan MTR khusus.

Setibanya di gedung terminal dan melewati keimigrasian ternyata cukup susah mencari restoran makanan halal untuk sekedar refreshing sesaat setelah perjalanan panjang. Akhirnya kami pun menemukan POPEYE, restoran fast food semacam McDonald yang berlokasi di lantai 2 (tempat Check in Ticket).

Traveling Hongkong (HK), Octopus Card

Sekitar 2 jam kami bersantai di POPEYE, selanjutnya kami menuju stasiun MTR dan membeli Octopus Card seharga HK$ 150 dengan deposit senilai HK$ 50 dan saldo senilai HK$ 100 (Rate HK$ 1 sama dengan IDR 1750 pada saat itu). MTR bandara adalah MTR khusus dengan biaya sekali keberangkatan adalah HK$ 100 menggunakan Octopus Card. Sehingga saat anda akan berpindah MTR ketika tiba di stasiun transit tertentu, saldo Octopus Card langsung menjadi HK$ 0 dan anda harus mengisinya kembali. Kecuali pada saat membeli Octopus Card sebelumnya anda langsung melakukan Top Up. Minimum isi ulang Octopus Card adalah HK$ 50. Gambar di samping adalah Octopus Card. Sebagai gambaran jalur MTR bisa anda lihat gambar di bawah ini.

Traveling Hongkong (HK), MTR Hongkong
Click image to enlarge

Untuk menuju Ibis Hotel North Point yang sudah kami pesan dari Indonesia, kami berpindah MTR di Central Station dan memilih MTR jurusan Chai Wan Station kemudian turun di North Point Station. Petunjuk arah di dalam stasiun sebenarnya cukup jelas namun karena kami baru pertama kali mengunjungi HK memaksa kami untuk bertanya juga kepada petugas stasiun untuk arah pintu keluar ke Java Road. Setelah tiba di pintu keluar, tidak jauh dari sana dengan berbelok ke arah kanan, sekitar 100 m kami sudah bisa menemukan Ibis Hotel North Point

Traveling Hongkong (HK), Hotel Ibis Hongkong
Bagian depan Ibis Hotel North Point


Kami tiba di hotel sekitar pukul 18.00 waktu HK. Selanjutnya istirahat sebentar dan lanjut mencari restoran yang menyediakan makanan halal untuk makan malam. Setelah makan malam kami berencana melanjutkan perjalanan ke Victoria Peak (tempat museum Madame Tussauds). Petualangan di malam pertama ini benar-benar memberikan kesan khusus yang menyebabkan kami merasa tidak patah semangat menaklukkan HK pada malam itu #lebay...😜. Sedikit open secret, pada saat itu kami berulang kali kesasar gara-gara menanyakan bagaimana cara pergi ke lokasi Victoria Peak dengan menggunakan Peak Tram. Bertanya tetapi membuat kami kesasar alasannya berulang kali bertanya kepada warga disana tetapi warga malah menunjukkan kami trem ke arah "Victoria Park and not Victoria Peak". Victoria Park adalah taman kota yang luas dan cukup indah dimana biasanya dijadikan tempat menginap ilegal oleh para tenaga kerja luar negeri yang sedang menunggu panggilan kerja di HK dan termasuk di dalam taman itu anda bisa menemukan juga cukup banyak tenaga kerja asal indonesia..😊. Alhasil pada malam itu kami hanya bisa memenuhi jadwal kami untuk makan malam saja di McD. Berhubung sudah sangat larut untuk menuju Victoria Peak yang memiliki ketinnggian 552 m dpl akhirnya kami memutuskan untuk kesana keesokan harinya.


Jumat, 20 Februari 2015

Agenda kami pada hari Jumat fully focus terhadap Ngong Ping Village dan sekitarnya (termasuk Disneyland) supaya tidak berulang kejadian yang kami alami di malam pertama tiba. Untuk ke Ngong Ping Village kami ingin menggunakan 360 Cable Car, sehingga rute yang kami tempuh dari North Point Station menggunakan MTR tujuan Central Station kemudian berpindah MTR tujuan Tung Chung Station. Setelah keluar dari Tung Chung Station, anda akan menemukan City Gate Outlets (Outlet yang menjual barang-barang fashion berkualitas dengan harga miring).

Traveling Hongkong (HK)

Di area sekitar City Gate Outlets terdapat pool Cable Car terpanjang dan terseram yang melintasi bukit dan selat menuju Ngong Ping Village. Jika anda pernah ke Genting Kuala Lumpur, Cable Car disana belum begitu seram jika dibandingkan dengan Ngong Ping Cable CarUntuk membeli tiket Cable Car, kami harus mengantri sangat panjang sehingga disarankan bagi anda yang ingin mengunjungi Ngong Ping berangkat sepagi mungkin sehingga saat anda sudah tiba di Tung Chung, antrian untuk membeli tiket belum begitu panjang. Tarif Cable Car dan paket wisata Ngong Ping Village bisa diklik pada gambar di bawah ini.

 Cable Car Ngong Ping, Traveling Hongkong (HK)
Click image to enlarge

Ngong Ping dianugerahi pemandangan yang sangat indah tetapi dengan keterbatasan waktu perjalanan kami menyebabkan kami tidak sempat turun dari bukit Ngong Ping untuk bertualang ke desa nelayan yang mana masih membutuhkan naik bus khusus untuk turun ke desa itu. Tetapi keindahan di puncak Ngong Ping sudah cukup memuaskan kami. Penasaran? Cekidot gambar di bawah ini.

Traveling Hongkong (HK), Ngong Ping

Tiga jam di Ngong Ping terasa begitu cepat. Selanjutnya tujuan wisata kami adalah Disneyland. Untuk ke Disneyland dari Tung Chung kami menggunakan MTR dan turun di Sunny Bay station untuk berpindah MTR ke Disneyland. Desain rangkaian MTR Disneyland didesain menarik dengan pernak-pernik Disney sehingga dari sejak masuk MTR-nya saja sudah memberikan kesan khusu bagi kami.

Traveling Hongkong (HK), Disneyland

Tiket tersedia di Blibli:
Pesan Tiket Online Disneyland Hongkong
Pesan Tiket Online Disneyland Hongkong

Setelah dari Disneyland, pada sore hari menjelang malam kami berencana pergi ke Victoria Peak. Berdasarkan informasi yang sudah valid yang kami dapatkan bahwa untuk menuju Victoria Peak, kami harus ke daerah Peak terlebih dahulu kemudian menggunakan trem khusus. Stasiun terdekat menuju daerah Peak adalah Admiralty Station atau Central Station. Setelah tiba di Admiralty Station, kami berjalan kaki menuju Peak. Ketika tiba disana antriannya pun sangat panjang dan memaksa kami mencari tujuan lain untuk hangout. Berhubung kami sama sekali belum mencari oleh-oleh untuk pulang ke Indonesia, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Ladies Market.

Traveling Hongkong (HK), Peak Tram

Ladies Market terletak di sekitar Mongkok Station. Bagi anda yang pernah mengunjungi Chinatown di Singapore, situasinya sama dengan Ladies Market di HK. Ladies Market mengakhiri petualangan kami hari itu.


Sabtu, 21 Februari 2015

Hari Sabtu, 21 Februari 2015 adalah hari terakhir kami di HK. Fokus kami saat itu adalah bagaimana kami bisa sukses menuju Victoria Peak. Berhubung petualangan hari Jumat, saat akan pergi ke Ladies Market, kami menggunakan bus nomor 15 dari Peak ke Central Station Jadi pada Sabtu pagi tepat pukul 8.00 waktu HK, setelah check out dan menitipkan barang-barang kami ke resepsionis, kami berangkat menuju Central Station kemudian menggunakan bus nomor 15 dengan harapan bisa tiba di Peak lebih awal dari pengunjung lainnya. Tetapi setiap tempat yang dilewati bus kami merasa belum pernah melihatnya sebelumnya, sampai pada akhirnya kami sadar kalau bus yang kami tumpangi membawa kami ke dataran tinggi yang pada akhirnya kami baru menyadari kalau tempat itu adalah Victoria Peak.. hehe. Petualangan kami Ibarat ungkapan: "tersesat di jalan yang benar" kami tiba di terminal bus Victoria Peak pagi sekali sehingga gedung tempat museum Madame Tussauds pun masih belum dibuka sehingga kami beristirahat di starbucks dan berfoto-foto di lokasi sekitarnya.


Traveling Hongkong (HK), Victoria Peak

Tepat jam 10.00 waktu HK, Victoria Peak sudah dibuka. Dan ternyata juga sudah ada beberapa pengunjung yang juga antri untuk membeli tiket masuk Madame Tussauds. Namun antriannya tidak begitu panjang sehingga kami bisa cepat masuk ke dalam museum dan segera pasang gaya narsis dengan patung lilin idola kami yang seakan hidup dan berdiri di sebelah kami. #lebaay

Traveling Hongkong (HK), Victoria Peak, Madam TussaudsTraveling Hongkong (HK), Victoria Peak, Madam Tussauds


Saya cukup bangga sebagai orang indonesia karena patung lilin proklamator kita Soekarno ada disana. Setelah cukup puas menikmati museum, kami kembali ke kota dengan menggunakan Peak Tram (Trem yang lintasannya mencapai kemiringan 45 derajat) yang kami idamkan. Setibanya di Peak, kami menuju Central Station dengan bus. Kesimpulannya, jika ingin mengunjungi Victoria Peak, sebaiknya menggunakan bus nomor 15 dari terminal Central Station saat berangkat dan menggunakan Peak Tram ketika akan kembali ke kota.

Petualangan selanjutnya, dari Central Station kami menuju Wan Chai station untuk berbelanja di Times Square Shopping Center. Kami menyebar mencari oleh-oleh selama sekitar 1.5 jam dan kemudian sepakat bertemu kembali di tempat yang telah ditentukan. Selanjutnya kami kembali ke North Point station dan menukarkan Octopus Card kami dengan deposit senilai HK$ 50 per kartu. Kemudian kami kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang kami dan berangkat menuju bandara dengan bus nomor 21 dari terminal bus yang berada tepat di seberang jalan hotel Ibis North Point.

Setibanya di bandara, kami menunggu jadwal keberangkatan kami pukul 19.10 waktu HK. Di bandara juga terdapat outlet yang menjadi Agen Disneyland untuk menjual barang-barang yang sama persis dijual di lokasi Disneyland. Disamping itu juga terdapat outlet Giordiano yang menjual pakaian dengan harga miring tetapi dijamin original.

Akhir cerita, begitulah petualangan dan energi yang kami gunakan selama 3 hari dan 2 malam di HK. Menarik bukan? Sampai dengan saat ini kami masih penasaran dengan lokasi-lokasi di HK dan sekitarnya yang belum sempat kami kunjungi (Desa Nelayan Ngong Ping, Macau, Senzhen dll). Jika ada rejeki buat kesana, tunggu cerita petualangan kami selanjutnya.. Semangat! Hidup adalah petualangan! itu! #alaMTGW 😊


No comments:

Post a Comment

Komentar anda adalah semangat saya untuk terus menulis.