Sunday, May 24, 2015

Saya pilih DPLK Bank Syariah "From Profit Oriented to Barakah Oriented"

Bank Syariah, Aku Cinta Keuangan SyariahPengalaman saya berinteraksi dengan bank syariah berawal dari sejak Semester 7 ketika masih kuliah di Surabaya, tepatnya tahun 2007. Dan itu adalah Bank Muamalat yang terkenal dengan slogannya saat itu "Pertama Murni Syariah". Saat itu saya dipaparkan tentang produk tabungan Muamalat oleh kakak saya yang sudah lebih dulu menabung di Muamalat. Yang menjadi pertanyaan mendasar kelas mahasiswa saat itu "Berapa sih pengembangan dana dari Bank Muamalat? hehe..😋". Sebagai informasi, saat itu saya juga menjadi nasabah dari salah satu bank konvensional terbesar di Indonesia. Setiap beberapa bulan sekali saya ke Bank Muamalat untuk menabung dan cek historis saldo tabungan *Maklum saat itu belum ada Internet Banking. Dan ketika saya bandingkan untuk pengembangan dana tabungan, hasilnya memang sedikit lebih besar pengembangan dana Muamalat yang pada saat itu dikenal istilah Bagi Hasil.

Waktu terus berjalan sampai akhirnya saya diterima bekerja sebagai karyawan salah satu perusahaan BUMN. Setelah berakhirnya 3 bulan masa orientasi calon pegawai, saya mendapatkan instruksi dari bagian SDM (Sumber Daya Manusia) untuk segera membuat rekening tabungan Dana Pensiun karena saat pensiun nanti inilah dana yang akan menjadi sumber penghasilan saya. Mengingat ini akan menjadi investasi jangka panjang, saya dan beberapa teman berselancar di dunia maya mencari banyak informasi untuk pembukaan rekening Dana Pensiun mulai dari Perusahaan Asuransi, Bank Konvensional dan Bank Syariah. Dan sudah pasti yang kami cari saat itu adalah instansi yang menawarkan pengembangan dana yang terbesar, aman dan adanya jaminan asuransi jiwa.

Analisa saya berawal dari perusahaan asuransi, pada saat itu cukup banyak saya berkonsultasi dengan pihak marketing asuransi. Yang menggiurkan adalah nilai manfaat dari akhir periode pencairan yang sangat tinggi dibandingkan bank konvensional/syariah. Tetapi rata-rata mereka juga menawarkan paket kesehatan dan investasi sekaligus dengan setoran per bulan yang terbilang cukup tinggi untuk ukuran gaji saya saat itu. Setelah saya pertimbangkan "ya wajar nilai manfaatnya besar.. setorannya juga tinggi per bulannya..". Disamping itu saya juga mencari anemo masyarakat dari dunia maya yang berpendapat kurang memuaskan menggunakan perusahaan asuransi terutama saat pencairan nilai manfaat. 

Analisa saya berikutnya beralih ke perbankan konvensional dan syariah. Dari analisa perbankan, pengembangan dananya memang tidak sebesar asuransi tetapi setoran investasi per bulannya lebih manusiawi dengan besaran gaji saya saat itu. Dan antara bank konvensional dan syariah, bank syariah rata-rata lebih banyak menawarkan pengembangan dana yang lebih besar dibandingkan bank konvensional dengan konsep bagi hasilnya itu. Tetapi ada bank konvensional juga yang menawarkan pengembangan dana sebesar bank syariah. Sebagai contoh, simulasi online pengembangan investasi Dana Pensiun Bank Muamalat bisa melalui url dplk.muamalatbank.com kemudian pilih menu Nasabah - Simulasi DPLK Muamalat, sedangkan untuk bank konvensional bisa langsung datang ke bagian Customer Service bank yang dituju, sementara untuk BNI menyediakan simulasinya di url bni.co.id/id-id/simulasi/bnisimponi.aspx. dan Bank Mandiri di url dplk.bankmandiri.co.id/retirement-checkup.

Dalam mencari informasi detail investasi, saya membuka kembali buku tabungan dan membandingkannya kembali antara Bank Muamalat dan bank konvensional tempat saya menabung. Dan saya menemukan index angka yang menjadi kata kunci di buku tabungan Muamalat yang saya tidak temukan di bank konvensional. Kata itu adalah "ZAKAT". Kata kunci ini yang meyakinkan saya memilih produk DPLK Bank Muamalat untuk investasi yang lebih barakah dan setelah itu segera saya mengunjungi Customer Service Bank Muamalat untuk mendapatkan penjelasan mengenai tipe-tipe investasi DPLK Bank Muamalat.

DPLK Bank Muamalat adalah Produk Keuangan Syariah dari Bank Muamalat dengan 3 paket investasi utama sbb:
  1. Paket A
    • 100% (seratus perseratus) dana Peserta akan diinvestasikan ke deposito berjangka dan atau deposito on call dan atau sertifikat deposito.
    • Deposito rupiah di Bank Syariah 100%
  2. Paket B
    • Dana Peserta akan diinvestasikan ke deposito berjangka, obligasi, surat pengakuan utang serta surat berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang persentasenya ditentukan oleh Dana Pensiun sebagai  berikut :
      1. Deposito rupiah di Bank Syariah maksimal 100%,
      2. Obligasi Syariah maksimal 80%
  3. Paket C
    • Dana Peserta akan diinvestasikan ke deposito berjangka dan atau unit penyertaan reksadana dan atau saham yang persentasenya ditentukan oleh Dana Pensiun sebagai  berikut :
      1. Deposito berjangka;maksimal 100% (seratus perseratus)
      2. Unit penyertaan reksadana; maksimal 80% (delapan puluh perseratus)
Informasi lebih detail bisa mengunjungi langsung website DPLK Bank Mumalat dplk.muamalatbank.com. Alhamdulillah semoga barakah, akhirnya saya memilih PAKET C yang saya anggap memberikan nilai manfaat lebih baik dibandingkan PAKET lainnya untuk investasi jangka panjang.

Bank Syariah, Aku Cinta Keuangan Syariah, DPLK Muamalat
Tampilan sampul buku rekening DPLK Mumalat saya



Tampilan monitoring DPLK online
dplk.muamalatbank.com - Nasabah - Individual Satement

Kelebihan utama bank syariah dalam hal ini Bank Muamalat yang saya rasakan adalah bagi hasil memberikan keuntungan yang lebih besar selama kondisi banknya sehat secara finacial dan tentunya insyaallah memberikan keberkahan dengan adanya potongan ZAKAT pada tabungan bank syariah. Pengalaman manfaat ini saya rasakan juga selama men-deposito-kan tabungan saya di Muamalat.

Dan yang perlu ditingkatkan dari bank syariah adalah penambahan penyediaan afiliasi layanan ATM dengan bebas biaya transaksi, penambahan afiliasi merchant untuk pembayaran menggunakan debit card di Shopping Center serta perlunya kajian lebih lanjut mengenai tagihan bulanan pembiayaan hunian syariah yang masih hampir sama besar dengan tagihan bulanan KPR bank konvensional.

Demikian ulasan saya tentang salah satu Produk Keuangan Syariah. Pilih investasi syariah! Insyaallah barakah. 🙏

#FromProfitOrientedToBarakahOriented

Postingan ini diikutsertakan dalam:

No comments:

Post a Comment

Komentar anda adalah semangat saya untuk terus menulis.