Thursday, July 2, 2015

Mahakarya Indonesia: Ini alasan Saya suka dengan kampung halaman di Situbondo, Jawa Timur

Mudik saat menjelang lebaran adalah momen yang selalu dinanti-nantikan oleh para perantau. Dan bagi saya, mudik adalah ritual wajib setiap tahunnya karena saya memiliki kedua orang tua yang telah berjasa begitu besar selama hidup saya. Disamping itu mudik juga sebagai sarana untuk melepas kepenatan selama bekerja di perantauan.

Situbondo adalah kota asal saya yang banyak mengisahkan perjalanan hidup saya selama 18 tahun di kota ini. Kota ini terletak di jalur pantura Jawa Timur sebelum Banyuwangi yang menjadi destinasi para traveler jalur darat untuk menyeberang ke pulau Bali. Kota ini memiliki wisata alam yang sangat populer yaitu Taman Nasional Baluran.

Taman Nasional Baluran,  Situbondo - Jawa Timur


Kota Situbondo termasuk dalam daerah tapal kuda bersama dengan  4 kota lainnya Probolinggo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi. Kelima kota ini juga dikenal dengan sebutan kota Santri. Sesuai dengan sebutannya keramahan dan kegigihan menjadi ciri khas daerah tapal kuda.

MAHAKARYA INDONESIA – JIWA INDONESIA
Penjaja Makanan
MAHAKARYA INDONESIA – JIWA INDONESIA
Penukar Barang Plastik
MAHAKARYA INDONESIA – JIWA INDONESIA
Pekerja Kebon

Foto-foto di atas saya dapatkan setelah mudik lebaran beberapa tahun lalu ketika perjalanan dari kampung halaman saya Situbondo Jawa Timur menuju Palembang Sumatera Selatan tempat saya merantau dan bekerja. Perjalanan darat dari Situbondo - Probolinggo memang sangat spesial karena setiap pemudik yang melewati daerah ini akan disuguhi oleh indahnya panorama seperti pantai pasir putih, keindahan lokasi PLTU Paiton, tanah persawahan yang membentang luas, pantai bentar dll.

Dan saya sangat beruntung pada pagi itu dipertemukan dengan beberapa orang yang sedikit "mengetuk" hati saya dan membuka pikiran bahwa saya harus semangat bekerja sebagaimana orang-orang dalam foto di atas. Di usia yang cukup renta, orang-orang ini masih semangat mencari nafkah sehari-harinya dengan cara yang mereka mampu melakukannya. The real men, Sesungguhnya mereka telah menjaga diri mereka dari meminta-minta. Membayangkan perjuangan orang-orang ini saya menjadi paham mengapa para pejuang mampu merebut kemerdekaan Indonesia. Saya yakin di daerah lain di Indonesia masih banyak orang-orang yang lebih bersemangat dari orang-orang tersebut. Memang sudah seharusnya keramahan dan kegigihan menjadi Jiwa Indonesia, Mahakarya Indonesia.


No comments:

Post a Comment

Komentar anda adalah semangat saya untuk terus menulis.