Sunday, September 27, 2015

Merencanakan Perjalanan Udara ke Wilayah Terkena Dampak Kabut Asap

Minggu, 27 September 2015
Tak Ada Pesawat yang Mendarat, Bandara SSK II Pekanbaru Lumpuh
Foto: detikcom

Akhir-akhir ini Indonesia khususnya wilayah sumatera bagian tengah (Pekanbaru dan Jambi) dan wilayah kalimantan (Palangkaraya dan Pontianak) dilanda bencana kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran lahan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya kurang tepat kalau saya menyebutnya "Akhir-akhir ini..." karena bencana ini hampir terjadi setiap tahun di kala musim kemarau panjang tetapi pemerintah kurang begitu fokus menanggulanginya dan menanggapinya layaknya petugas pemadam kebakaran "Jika masalah sudah terjadi, baru pemerintah bertindak" sehingga lebih cenderung pada tindakan korektif daripada preventifnya. Semoga pemerintah dapat segera menemukan langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Banyak sektor yang terkena imbas negatif oleh bencana ini. Antara lain lumpuhnya penerbangan, perekonomian, pendidikan dan bahkan kerjasama bilateral pun juga terancam (baca: Singapura marah kabut asap capai titik tertinggi pada 25 September 2015)

Contoh level kualitas udara dan kandungan udara yang menjadi barometer pengukuran kualitas
Sumber: detikcom
Dengan pekatnya kabut asap, dalam hal ini yang menjadi korban pertama kali adalah sektor penerbangan. Sesuai peraturan Departemen Perhubungan, dimana jarak pandang kurang dari 500 m sudah pasti tidak akan ada pesawat yang berani landing maupun take off. Dan sebagai dampak selanjutnya, penerbangan menuju lokasi alternatif terdekat menjadi sasaran tujuan yang mengakibatkan mahalnya biaya tiket penerbangan menuju lokasi alternatif tersebut. Saya sarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke daerah yang terkena bencana kabut asap jikalau tidak terpaksa seperti tugas bekerja atau mengunjungi keluarga. Jika pun anda harus bepergian ke lokasi yang terkena bencana tersebut, 2 tips di bawah ini mungkin cukup membantu.

Pantau Kondisi Aktual Cuaca Penerbangan dari Website BMKG

Pantauan Kondisi Aktual Cuaca Penerbangan dari Website BMKG
BMKG menyediakan website untuk memantau kondisi cuaca penerbangan sesuai gambar di atas. Yang perlu diperhatikan dari website ini adalah Jarak Pandang (km) yang menunjukkan jarak pandang penerbangan dari lokasi bandara. Jika 1 hari sebelum rencana perjalanan ke wilayah yang kita tuju memiliki jarak pandang kurang dari 0.5 km, saya sarankan sebaiknya batalkan perjalanan anda atau segera beralih ke penerbangan menuju lokasi alternatif. Misal anda ingin menuju ke pekanbaru maka lokasi alternatifnya adalah Padang, Medan dan Palembang. Dengan demikian, ini secara otomatis menegaskan bahwa anda jangan membeli tiket jauh-jauh hari menuju lokasi terkena bencana tersebut. Untuk memastikan ada atau tidaknya penerbangan bisa dicek dari Flightradar24.com.

Cek ada tidaknya penerbangan dari Flightradar24.com

Cari informasi travel yang bisa mengantar anda dari lokasi alternatif ke lokasi tujuan
Untuk wilayah sumatera, banyak pilihan travel yang bisa dipesan atau digunakan untuk perjalanan dari lokasi alternatif. Sebagai contoh itinerary menuju Pekanbaru yang sedang dilanda bencana kabut asap sbb:
  1. Alternatif lokasi landing penerbangan terdekat adalah Padang. Dari Padang ke Pekanbaru dapat ditempuh sekitar 8-9 jam. Di kota ini juga banyak pilihan travel yang bisa mengantar anda dari Bandara Minangkabau menuju kota Pekanbaru.
  2. Alternatif lokasi landing penerbangan yang kedua adalah Medan. Dari bandara Kualanamo bisa mencoba bus bandara DAMRI dan turun di terminal Amplas. Di sekitar terminal Amplas banyak tersedia PO bus antar lintas sumatera. Lama perjalanan bus dari Medan ke Pekanbaru sekitar 14-16 jam. Untuk perjalanan di atas 10 jam sebaiknya lebih memilih bus daripada kendaraan minibus karena kondisi tubuh untuk tetap fit lebih terjamin dibandingkan menggunakan minibus.
  3. Alternatif lokasi landing penerbangan yang ketiga adalah Palembang. Dari bandara Palembang bisa menggunakan jasa taxi menuju PO bus LORENA. Perjalanan dari Palembang menuju Pekanbaru dapat ditempuh sekitar 22-24 jam perjalanan.

Untuk wilayah kalimantan bisa menyesuaikan. Dan jangan lupa untuk menyiapkan masker untuk digunakan ketika sudah memasuki wilayah bencana kabut asap tersebut.

1 comment:

ana ngesti said...

Terima kasih untuk infonya..

Post a Comment

Komentar anda adalah semangat saya untuk terus menulis.