Sunday, April 17, 2016

Swiss-Belinn Batam: A Very Untrusted 3-Star Hotel in Batam (Not Recommended)

Swis-Belinn Hotel Batam

Ini cerita pengalaman buruk pertama saya selama beberapa kali berkunjung ke kota Batam. Berawal dari rencana mengadakan small workshop di kota Batam, Kepulauan Riau akhirnya saya dan rekan-rekan kantor berburu penginapan untuk akomodasi di Batam. Kami memilih hotel dengan rate minimal 3-Star Hotel dan dekat dengan pusat perbelanjaan Nagoya Hills di kota ini. Hasil dari perburuan kami berdasarkan foto-foto hotel di Batam dan browsing review lokasi dari pencarian Google, akhirnya kami memilih untuk menginap di Swiss-Belinn Batam. Sebelum melakukan pemesanan, kami mencoba untuk menelpon terlebih dahulu ke Hotel tersebut untuk menanyakan apakah 4 kamar twin bed masih tersedia untuk tanggal 13 April 2016. Seingat saya percakapan di telepon seperti di bawah ini.

Call Swiss-Belinn Hotel 8 April 2016
Receptionist: Swiss-Belinn Hotel, Selamat siang..
Saya: Pak, saya berencana menginap di Swiss Belinn Hotel, mau booking dari Tiket.com sebanyak 4 kamar twin bed room.

Receptionist: Untuk tanggal berapa pak? kami akan cek dulu.
Saya: Tanggal 13 April 2016 pak, 1 malam saja.


Receptionis: Masih tersedia banyak pak. Boleh saya tahu nama bapak supaya bisa kami tag kamarnya atas nama bapak
Saya: Ahmad Irfan Effendi. Terimakasih ya pak. Saya akan book dan bayar kamarnya segera dari Tiket.com


Receptionist: Baik pak. Ada yang bisa kami bantu kembali?
Saya: Sementara cukup itu saja pak. Terimakasih.

Setelah percakapan selesai, saya langsung membayar booking hotel dari Tiket.com. Sehubungan dengan tiba-tiba berkurang 1 peserta workshop dari awalnya ada 8 peserta. Saya menambahkan catatan bahwa kamar yang saya pesan menjadi 1 double bed dan 3 twin bed seperti gambar di bawah ini.


Tanggal 13 April 2016, saya bersama rekan workshop tiba di batam dan kami langsung mengadakan small workshop di kantor cabang kami di Batam. Sekitar pukul 18.30 malam kami menuju Swiss-Belinn Hotel dan ketika tiba di resepsionis, saya bilang bahwa kami sudah pesan dari Tiket.com atas nama Ahmad Irfan Effendi. Lebih detail percakapan kami seperti di bawah ini.

Saya: Permisi, saya sudah booking atas nama Ahmad Irfan Effendi dari Tiket.com
Receptionist: (Dengan gagah berkata) Saya coba konfirmasi bapak Ahmad Irfan Effendi sudah pesan kamar 1 double bed dan 3 twin bed  benar pak?

Saya: Benar

Receptionist: Sayang sekali pak, kamar twin bed kami sudah penuh.

Saya: Apa? Sudah penuh? (sambil dongkol)

Receptionist: Iya bapak

Saya: Kami kan sudah konfirmasi sebelum booking dari Tiket.com seminggu yang lalu dan waktu itu anda bilang masih tersedia banyak. Dan booking dari Tiket.com itu saya langsung bayar lunas lho... Bagaimana sih hotel ini? Saya bersama rekan-rekan apalagi sesama jenis kelamin mana mungkin tidur di 1 bed yang sama

Receptionist: Maaf bapak. Kamar twin bed-nya benar-benar sudah habis

Saya: Apa solusinya?

Receptionis: Bagaimana kalau kami menambahkan FREE Extra Bed di masing-masing kamar pak?

Saya: ??!???!? (sambil menghela nafas)(dalam hati memangnya kami tidur dengan asisten kami??)

Pertama kalinya saya memesan hotel setaraf 3-star hotel tidak bisa dipercaya di kota ini. Pertama kalinya saya tidak bisa percaya pada manajemen hotel yang bisa dibilang seharusnya sudah berkelas Internasional. Dan pertama kalinya saya malu ada resepsionis yang sebangsa dengan saya (orang Indonesia) tetapi tidak bisa dipercaya apa yang diucapkannya. Booking hotel dengan kamar twin bed pada 1 minggu sebelumnya, dikatakan masih tersedia, sudah dibayar 1 minggu sebelumnya, tetapi pada saat hari kami tiba kamar twin bed pesanan kami malah sudah dijual ke orang lain.

Kamar Swiss Belinn yang kami gunakan pada akhirnya

"Swiss-Belinn Hotel Batam, just a very untrusted 3-Star Hotel. Not Recommended for you to stay here.."


No comments:

Post a Comment

Komentar anda adalah semangat saya untuk terus menulis.