Prospek Bisnis GOTO

 

Di tengah penurunan harga saham GOTO setelah masa lock up, banyak investor retail GOTO yang cemas dengan nilai investasinya yang mungkin "nyangkut" dikarenakan harga saham GOTO yang terus turun hingga ARB selama beberapa hari ini dan tidak sedikitpun menunjukkan adanya calon investor yang mau order buy. Sebelum membahas lebih lanjut terkait prospek bisnis GOTO menurut pandangan saya, sebelumnya saya ingin membuat disclaimer bahwa pembahasan di artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli saham GOTO tetapi lebih memberikan pandangan kepada para investor retail yang "belum sempat" menganalisa lebih dalam terkait bisnis GOTO. Karena seorang investor seharusnya menganalisa lebih dalam tentang perusahaan yang akan menjadi target investasinya bukan ikut-ikutan kemana arah angin berhembus.

Beberapa hal yang menurut saya perlu dipertimbangkan dalam investasi di GOTO antara lain:


1. GOTO's Subsidiaries Portfolio
Sebagai seorang investor seharusnya kita mempelajari untuk mengetahui berbagai bisnis dari emiten yang kita beli sahamnya. Sebagaimana halnya GOTO yang memiliki banyak anak usaha (subsidiary) dengan 3 bisnis yang utama antara lain On-Demand Services, E-Commerce, dan Financial Technology.


Dan baru-baru ini ada berita terbaru terkait investasi GOTO di beberapa perusahaan baru yang berbisnis kripto dan kendaraan listrik.



2. GOTO's Ecosystem
Ekosistem bisnis GOTO seperti yang kita ketahui hingga kini masih mumpuni dalam melayani kebutuhan pelanggannya. Misalnya, Go-Jek masih menjadi andalan dalam transportasi sehari-hari, Go-Food masih sering kita pakai dalam memesan makanan atau minuman secara online, Go-Pay seringkali digunakan dalam pembayaran dan Tokopedia yang sering kita pakai untuk membeli barang-barang secara online. Hal semacam ini seharusnya mampu membuka mata kita secara bijak bagaimana kondisi bisnis GOTO di masa mendatang.



3. GOTO's Financial Statement
Setelah mengetahui tentang bisnis GOTO, selanjutnya kita perlu mengetahui bagaimana kekuatan finansial dari GOTO.
Dari data financial di atas, kesimpulan yang mudah kita interpretasikan antara lain sbb:
  • Revenue GOTO meningkat secara quarterly hanya saja beban operasionalnya masih lebih besar sehingga net income GOTO masih negatif.
  • Jika pertumbuhan revenue GOTO tahun depan secepat pertumbuhan pada tahun ini maka sekitar akhir tahun 2023 GOTO baru akan mencatatkan profit.
  • Aset yang dimiliki GOTO masih jauh lebih besar dari hutang (liability) GOTO.

Dan sebagai langkah kongkrit GOTO dalam mengurangi beban operasional, GOTO sudah melakukan optimalisasi jumlah karyawannya.



4. Government's Policies
Pertimbangan lain dalam berinvestasi selain dari faktor internal perusahaan, pertimbangan eksternal seperti kebijakan-kebijakan pemerintah ke depan yang akan mendukung bisnis GOTO juga perlu dipertimbangkan secara seksama terkait dengan rencana pemerintah mengimplementasikan mata uang digital, distribusi kendaraan listrik di Indonesia dan penguatan sektor ekonomi digital yang melibatkan UMKM dimana saat ini mitra GOTO sebagian besar dari sektor UMKM.



Demikian 4 hal yang menurut saya menjadi pertimbangan utama dalam memutuskan untuk berinvestasi di GOTO. Per tanggal 2 Desember 2022, harga saham GOTO menjadi Rp 132/lembar atau turun sekitar 60.95% dari harga IPO di Rp 338/lembar. 

Jika anda berjiwa trader kurang tepat untuk memasukkan GOTO dalam portfolio anda. Tetapi jika anda seorang value investor, mungkin bisa lebih mempertimbangkan saham ini di portfolio anda. Keputusan tetap ada di tangan investor yang membaca artikel ini sehingga seandainya keputusan akhir anda harus cut loss tentunya sudah dilandasi dengan pandangan yang bijak tidak hanya mengikuti arah angin berhembus. Semoga bermanfaat!

Quote dari saya: “Fundamental akan menunjukkan jalannya”


Comments