Mindset yang Diperlukan dalam Stock Investment


Dalam berinvestasi saham diperlukan sebuah midset dasar yang perlu ditanamkan untuk menjadikan seorang investor yang sukses dalam berinvestasi yang menghasilkan cuan. 

Adapun mindset yang perlu ditanamkan antara lain sbb:

1. Saham Bukan Cara Cepat Kaya 
Berinvestasi saham bukanlah jalan pintas, namun berinvestasi saham sejak dini dan rutin serta melakukannya secara jangka panjang, apalagi dengan menerapkan analisis yang baik, niscaya cuan ada di dalam genggaman. Selain itu, instrumen saham memiliki sifat high return high risk dan dalam jangka pendek bisa jadi sangat volatile, namun jangka panjang cocok dijadikan passive income. 

Baca juga:

2. Berpikir Layaknya Seorang Owner 
Selanjutnya, mindset yang perlu kita bangun untuk menjadi seorang investor yakni “think like an owner”, harus mempertimbangkan prospek bisnis dan kinerja fundamental perusahaan. Jadi ketika suatu saat nilai sahamnya mengalami koreksi atau  fluktuatif, kita tidak akan khawatir karena tahu bahwa dari segi fundamental ini masih akan terus bertumbuh. 

“If you aren’t willing to own a stock for 10 years, don’t even think about owning it for 10 minutes.” (Warrent Buffett)

3.  Sepanjang Fundamental Bagus, Koreksi Harga Saham Menjadi Peluang 
Perjalanan teknikal sebuah saham tentunya tidak selamanya konsisten bergerak naik terus-menerus, ada kalanya terjadi koreksi untuk melanjutkan tren kenaikan harga sahamnya. Nah, justru ketika ada momentum koreksi, kalian bisa mengoleksi saham pada harga diskon. Tetapi pastikan terlebih dahulu kalian yakin secara relatif kondisi fundamental saham jagoan kalian ini masih baik. 

Sebelum memanfaatkan peluang perlu dipertimbangkan beberapa hal sbb:
  • Perhatikan kenaikan IHSG dalam beberapa periode terakhir apakah sudah naik cukup tinggi karena ini memungkinkan para investor sedang melakukan aksi ambil untung (profit taking)
  • Antisipasi jika pemerintah mengumumkan secara resmi terjadinya resesi
  • Ikuti informasi perkembangan kasus force majeur (misal: perkembangan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia)
  • Laporan Keuangan emiten apakah sedang mengalami penurunan laba usaha

4. Batasi Risiko dengan Diversifikasi ke Beberapa Sektor Berbeda 
Dalam melakukan investasi saham kalian perlu mengatur risiko, ibarat ketika kalian menyimpan telur, janganlah menempatkannya di keranjang yang sama supaya jika ada satu keranjang yang jatuh kalian masih punya beberapa telur di keranjang yang lain. Analogi ini bisa kalian terapkan dalam melakukan investasi, dimana kalian bisa mendiversifikan investasi ke beberapa sektor yang berbeda.

Baca juga:

Semoga bermanfaat!

Comments